<![CDATA[CASSANA FUTUREWORK - INTERACTIVE MEDIA DEVELOPER - JOURNAL]]>Sat, 24 Oct 2020 03:19:15 +0700Weebly<![CDATA[April 20th, 2020]]>Mon, 20 Apr 2020 03:20:13 GMThttps://cassanadigital.com/journal/bagaimana-teknologi-msu-membantu-marketing-properti-menghadapi-coronaBAGAIMANA TEKNOLOGI M.S.U MEMBANTU MARKETING PROPERTI MENGHADAPI SITUASI PANDEMIK COVID-19
Pandemik covid-19 mempengaruhi berbagai sektor bisnis di dunia, salah satunya pengembang properti. Cara marketing konvensional seperti pameran, event di marketing gallery, semua metode yang membutuhkan pertemuan secara fisik sementara ini tidak bisa dilakukan, karena masyarakat sedang membatasi diri untuk tidak keluar rumah.

Untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku masyarakat, teknologi digital menjadi metode yang efektif untuk menjangkau mereka. Teknologi M.S.U (Mobile Show Unit) merupakan salah satunya.

​Apa itu M.S.U ?
Mobile Show Unit (MSU) merupakan Marketing Tool berbentuk aplikasi dengan teknologi visualisasi digital yang berfungsi menampilkan show unit properti dalam bentuk 3D interaktif dan mengintegrasi media promosi online lain yang dimiliki developer. Seperti marketing galeri, tapi dalam bentuk aplikasi mobile. Bila show unit dan maket fisik tidak bisa disebar dan dibawa kemana-mana, Mobile Show Unit bisa.

​Bagaimana MSU membantu developer properti dalam situasi pandemik corona ?
Mengunjungi show unit atau rumah contoh bisa menguras waktu dan tenaga, apalagi bila tempat tinggal calon pembeli jauh dari lokasi proyek. Selain memerlukan waktu dan biaya untuk membangunnya, developer juga harus pandai memancing calon pembeli agar mau datang mengunjungi show unit. Dalam situasi pandemik seperti ini, tentu orang lebih enggan datang. Disinilah Mobile Show Unit bisa berperan sebagai substitusi dari show unit fisik. Berikut 4 benefit yang diperoleh :

1.    Mobilitas & Kecepatan pemasaran
Penjualan menjadi lebih cepat karena ada fungsi mobilitas MSU. Developer sudah bisa menyajikan detail proyek mereka secara menyeluruh tanpa perlu menunggu maket dan Show Unit fisik selesai dibangun.

Karena bentuknya digital dan terpublikasi, maka calon pembeli dan tim sales bisa mengakses maupun menyebarkan informasi proyek dimanapun dan kapanpun melalui smartphone mereka, tanpa perlu bertemu secara fisik.


2.    “Wow” Experience
MSU melibatkan interaksi dari penggunanya melalui visualisasi 3D Experience. Bukan sekedar interaksi layar sentuh, tapi lebih ke “Sense of Control” dimana pengguna seolah memegang dan merasakan langsung maket dan contoh unit sebelum memutuskan untuk membeli.

Jenis interaksi ini lebih komunikatif dan atraktif daripada sekedar menonton video dan melihat gambar secara pasif. Benefit ini berguna sebagai gimmick yang memancing calon pembeli untuk mau mencoba dan mengeksplor lebih lanjut properti yang sedang dipasarkan.


3.    Materi Pemasaran Terintegrasi
Aplikasi MSU mampu mengintegrasi semua proses pemasaran mulai dari meningkatkan Brand Awareness melalui pengalaman visualmenyajikan product knowledge secara detail, hingga tombol Call to Action yang menghasilkan Lead Generation.
Aplikasi ini menjadi jembatan akses semua materi dan media promosi developer seperti e-brochure, website, Instagram, facebook page, Video promosi di Youtube, lokasi proyek di google map, dan calculator simulasi pembayaran.
Tidak seperti brosur cetak yang harus dicetak ulang setiap ada perubahan materi, Developer bisa mengupdate materi gambar dan text pada MSU sewaktu-waktu secara online tanpa mengeluarkan biaya ekstra.

​Integrasi materi dan akses media promosi membantu meminimalisir adanya 
human error atau miss information yang mungkin terjadi di lapangan.


4.    FutureProof
Melihat pertumbuhan teknologi mobile, membuat MSU mempunyai potensi tak terbatas dari sisi pengembangannya. Sama seperti Mobile Games, jenis experience dan kualitas grafis akan terus berkembang seiring dengan kemampuan mobile device yang semakin canggih.
Ke depannya, akan ada titik dimana pengguna MSU bisa menikmati show unit dengan kualitas grafis yang fotorealistis (seperti hasil render 3D di komputer) secara realtime melalui smartphone mereka. Bahkan sekarang, teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality pun sudah digunakan di dalam MSU, seperti milik beberapa developer properti ternama ini.


Pandemik ini akan membentuk kebiasaan baru masyarakat dalam mengakses informasi, bahkan ketika pandemik ini sudah mereda. Terobosan-terobosan perlu dilakukan berdasar perubahan perilaku tadi agar komunikasi marketing bisa menjangkau target market. Tetap kreatif, tetap sehat, dan salam sukses.
Cheers.
]]>
<![CDATA[April 09th, 2020]]>Thu, 09 Apr 2020 06:30:51 GMThttps://cassanadigital.com/journal/5-tips-strategi-pemasaran-properti-di-era-corona5 STRATEGI PEMASARAN PROYEK PROPERTI UNTUK BERADAPTASI DENGAN SITUASI PANDEMIK COVID-19
Adanya pandemik virus corona ini mengakibatkan terganggunya hampir semua industri bisnis dari berbagi sector, salah satunya dunia properti. Ibarat sudah jatuh, tertimpa tangga, kondisi bisnis properti yang lesu masih dibebani lagi dengan pandemic corona.

Bisa diamati bahwa pandemik ini banyak merubah pola perilaku masyarakat dunia di semua kalangan, di antaranya adalah “Stay at Home”. Perilaku ini meningkatkan ketergantungan mereka pada gadget ,tidak hanya untuk komunikasi tapi juga untuk mengisi kegiatan di rumah, entah itu pekerjaan, hiburan, atau sekedar browsing.

Jadi perlu ada perubahan pola strategi pemasaran properti agar kondisi saat ini tetap bisa menjadi peluang yang menguntungkan. Berikut 5 strategi pemasaran yang bisa anda kerjakan dari rumah :
1. Memasang iklan di Media Online
Kondisi saat ini hampir semua orang disarankan agar tetap di rumah, jadi sudah pasti mereka akan lebih banyak waktu untuk mengakses berita-berita dari media online untuk memantau perkembangan situasi pandemik di wilayah mereka. Kondisi ini dapat anda manfaatkan dengan mengiklankan proyek properti anda di portal-portal online news yang banyak diakses orang.



2. Perbanyak Content Marketing​
Tidak seperti iklan yang sifat nya hard-selling, content marketing membutuhkan strategi jangka panjang, karena focus utamanya adalah untuk membangun brand awareness dengan menyajikan informasi yang bermanfaat bagi target market anda.
Konten bisa berbentuk video, artikel, infografis, atau image slideshow. Di dalam koten tersebut, dapat disisipkan hyperlink ke website, atau bisa juga tombol "call to action" yang mengarahkan audience untuk menghubungi tim marketing anda. Kontennya bisa berisi topik yang bisa dikaitkan dengan proyek properti anda. Misalnya :
  • topik corona, bisa dihubungkan dengan bagaimana perusahaan properti anda bisa bertahan dalam situasi sekarang, untuk membangun kepercayaan calon pembeli
  • tips menjaga kebersihan rumah dari virus corona
  • tips penataan perabot di apartemen tipe studio, dll.
Jangan memberikan konten yang fiktif, sesuaikan dengan fakta dan data yang memang nyata, untuk menjaga kredibilitas konten anda. Setelah selesai, sebarkan konten anda di sosmed dengan hashtag yang tepat. Minta tim marketing & sales anda untuk ikut menyebarkan konten tersebut melalui sosmed mereka.



3. Manfaatkan Keyword & SEO (Search Engine Optimalization)
Masih berhubungan dengan Content Marketing. Menemukan keyword yang tepat bisa membantu anda menentukan topik konten yang bisa memancing audience. Saat ini, kata “corona” menempati peringkat 10 besar dalam kategori keyword yang banyak dicari orang di dunia. Mengasosiasikan komunikasi & konten marketing dengan keyword tersebut, lalu disetting di SEO bisa menaikkan peringkat website anda di mesin pencari google.

Cara ini berguna untuk meningkatkan traffic pengunjung ke website proyek properti anda. Tapi ingat, buat alur kontennya natural, agar tidak terkesan dipaksakan. Mungkin anda bisa mengasosiasikan dengan keyword lain yang lebih netral, tapi masih ada hubungannya dengan corona, seperti “di rumah saja”, “pandemic”, dll. Bila anda punya website dan blog untuk content marketing tadi, optimalkan SEO nya. Coba pelajari cara optimalkan SEO.



4. Maksimalkan penggunaan Social Media
Banyak orang saat ini melakukan kegiatan di rumah, sehingga lebih sering menggunakan media sosial untuk tetap menjaga silaturahmi dengan orang lain. Kondisi ini bisa dimanfaatkan mengiklankan produk properti di platform media sosial seperti Facebook, Instagram, twitter, youtube, dll.

Di sosmed seperti Facebook dan Instagram, konten berbentuk video banyak mencuri perhatian audience. Bila belum sempat syuting video review show unit, tim sales anda masih bisa membuat video sederhana dari Digital Show Unit di smartphone mereka menggunakan aplikasi “screen recording”, untuk kemudian dishare di social media.




5. Manfaatkan aplikasi Mobile Show Unit
Melihat situasi saat ini, cara pemasaran konvensional, seperti event, pameran atau mengundang orang untuk datang ke marketing gallery sudah tidak bisa dilakukan, paling tidak sampai pandemik ini mereda. Hal ini akan mempersulit calon pembeli maupun tim sales anda. Calon pembeli kesulitan mengeksplor produk properti anda, sedangkan tim sales kesulitan menjual tanpa alat promosi yang memadahi.

Jadi, sediakan show unit yang bisa diakses orang secara digital.
Teknologi aplikasi mobile terkini sudah memungkinkan pengguna smartphone untuk menampilkan show unit properti secara digital. Berbeda dengan aplikasi properti pada umumnya yang hanya berisi informasi berupa text dan gambar saja, aplikasi Mobile Show Unit yang dikembangkan Cassana ini mampu menampilkan maket masterplan dan interior dalam bentuk 3D Interaktif. Aplikasi ini juga mengintegrasi semua media promosi digital anda yang lain. Lihat video demonya.

Dengan teknologi ini, calon pembeli bisa menelusuri detail proyek properti anda dari rumah. Komunikasi marketing pun jadi lebih efektif, karena selain memberikan customer experience, juga melibatkan calon pembeli untuk berinteraksi dengan produk anda secara digital. Beberapa developer properti ternama di Indonesia telah memanfaatkan teknologi ini.


Pada kondisi dimana anda tidak bisa bertemu dengan calon pembeli secara fisik, maka pemasaran secara digital dan online lah yang perlu dimaksimalkan. Tetap terbuka dengan ide baru dan temukan terobosan-terobosan yang bisa memancing target market untuk mengeksplor produk anda dari rumah.

Semoga kelima tips ini bermanfaat. Sukses selalu untuk bisnis anda. Cheers.
]]>
<![CDATA[March 22nd, 2020]]>Mon, 23 Mar 2020 01:26:29 GMThttps://cassanadigital.com/journal/kelebihan-kekurangan-alat-promosi-propertiKENALI KARAKTERISTIK 6 PROPERTY MARKETING TOOLS
DALAM STRATEGI JITU SALES & MARKETING
Memasarkan properti yang belum dibangun memiliki tantangan tersendiri, apalagi melihat kondisi bisnis properti Indonesia yang sedang lesu beberapa tahun terakhir. Salesperson dituntut untuk bisa memvisualisasikan hasil jadi properti nya nanti kepada calon pembeli, sekaligus meyakinkan bahwa properti yang anda jual adalah pilihan yang tepat bagi mereka.
Ada beberapa alat promosi yang bisa digunakan. Mengenal kelebihan dan kekurangan mereka dapat membantu Anda menentukan strategi penggunaan yang tepat untuk mencapai tersebut :

1. Media Cetak

Media konvensional ini umum digunakan dalam memvisualisasikan proyek properti yang dijual. Brosur, booklet, atau katalog biasanya diisi dengan foto atau gambar ilustrasi yang dihasilkan dari komputer (3D rendering).

Kelebihan :
  • Mudah dicerna dan diterima oleh khalayak umum.
  • Mudah disebar di tempat-tempat umum.

Kekurangan:
  • Membutuhkan biaya yang besar karena perlu dicetak dalam jumlah besar.
  • Bila ada perubahan materi atau spesifikasi produk, developer perlu mencetak ulang lagi dalam jumlah besar.
  • Media ini masih belum bisa optimal dalam menyajikan “gambaran menyeluruh” kepada calon pembeli karena karakteristiknya yang baku dan pasif.
  • Kurang atraktif, bagi sebagian orang yang menerima bisa menyusahkan karena berbentuk fisik yang harus dibawa tangan.

2. Maket dan Show Unit

Memiliki Maket miniatur di marketing galeri sudah menjadi hal umum dalam bisnis properti. Media ini biasanya digunakan untuk menyajikan informasi kawasan, desain arsitektur dan interior dari proyek yang dijual. Membangun Show Unit / Rumah Contoh juga mejadi hal penting karena paling bisa merepresentasikan hasil jadi fisik properti yang dijual.

Kelebihan :
  • Representatif dalam menggambarkan hasil jadi sebuah proyek properti karena memiliki bentuk fisik yang bisa dilihat dan dirasakan dari berbagai sisi.
  • Dalam hal interior, show unit biasanya didesain sebagus mungkin sehingga dapat memunculkan kesan mewah dan nyaman. Hal ini sangat mempengaruhi minat calon pembeli.

​Kekurangan :
  • Membutuhkan biaya yang besar dan proses produksi yang relatif lama.
  • Memakan space yang besar untuk penyimpanan (maket) dan perawatan berkala agar tetap terlihat bersih dan bagus, yang tentu membutuhkan biaya.
  • Calon pembeli perlu hadir secara fisik agar bisa menikmatinya secara menyeluruh. Mengundang orang untuk mau datang pun memiliki tantangan tersendiri bagi pemasar.

3. Website dan Social Media

​Era digital telah mengubah cara dunia mengakses informasi. Saat ini, semua informasi sudah bisa diakses melalui media-media online seperti website dan social media, maka menggunakan media-media tersebut dalam kegiatan pemasaran properti pun menjadi hal penting. Media-media ini sudah menjadi nilai ukur standart bagi masyarakat dalam menilai perusahaan atau produk.
Kelebihan :
  • Dapat menjangkau pasar secara luas, karena hampir setiap orang memiliki smartphone dan social media, sehingga materi promosi yang anda sebarkan dapat dengan mudah terlihat oleh publik
  • Mudah diakses dimanapun dan kapanpun. Kemudahan ini sangat membantu bagi calon pembeli yang ingin mengakses informasi mengenai properti anda

​Kekurangan :
  • Padatnya kompetisi, hampir semua bisnis berusaha menyebarkan materi promosi mereka melalui media ini. Bila dilihat dari sudut pandang target pasar, mereka menerima banyak sekali informasi dan promosi, hal ini tentu mempengaruhi kapasitas memori otak mereka dalam memproses semua informasi yang masuk. Alhasil, muncul kondisi dimana mereka tidak akan melirik ataupun mengingat informasi properti yang anda sebarkan.
  • Keterbatasan visualisasi. Bentuk konten yang bisa disebar masih terbatas pada bentuk gambar, text, dan video. Perlu adanya pembaruan konten secara konstan yang bisa membuat informasi anda lebih stand out dibandingkan informasi serupa lainnya.

4. Virtual Reality

Virtual Reality (VR) membawa penggunanya masuk ke dalam dunia virtual menggunakan perangkat kacamata VR. Teknologi ini sempat booming ketika masuk Indonesia tahun 2014, sehingga tidak sedikit pula para developer properti yang menggunakan teknologi ini dalam menyajikan proyek mereka untuk menarik perhatian calon pembeli. Biasanya teknologi ini disajikan pada saat pameran properti atau even tertentu.
Kelebihan :
  • Teknologi ini bisa menampilkan show unit maupun fasilitas properti di dalam dunia virtual. Developer bebas menampilkan apapun di dunia virtual tersebut. (Contoh: berenang di fasilitas skypool, merasakan interior pent-house)
  • Memberikan experience mendalam kepada calon pembeli, seolah benar-benar berada di dalam show unit atau fasilitas properti yang dijual. Pengalaman akan meninggalkan kesan yang kuat di dalam memori calon pembeli
  • Membantu mempercepat proses pre-selling, karena developer sudah bisa menunjukkan show unit secara digital tanpa perlu menunggu show unit fisik selesai dibangun.

Kekurangan :

  • Untuk VR kelas high end, selain membutuhkan peralatan khusus dengan biaya yang tidak murah, perlu ada pengaturan khusus di lokasi tertentu untuk menyediakan ruang gerak pengguna VR agar tidak menabrak benda-benda sekitar saat menggunakannya. Hal-hal tersebut membuat VR membutuhkan banyak usaha ekstra agar bisa dinikmati.
  • Tidak semua orang memiliki peralatan tersebut, sehingga masih sulit disebarkan secara umum.
  • Beberapa orang mengaku pusing ketika menggunakan teknologi ini karena efek distorsi visual dari lensa kacamata VR

5. Augmented Reality

Augmented Reality (AR) membawa obyek 3D ke dunia nyata melalui ilusi visual pada layar smartphone atau tablet. Teknologi ini mampu memberikan kesan seolah maket properti Anda berada di tangan pengguna. Hampir serupa dengan VR, teknologi ini bisa digunakan para developer properti dalam menyajikan spesifikasi proyek secara interaktif.
Kelebihan :
  • Mampu memberikan Customer Experience yang stand-out, berupa informasi visual properti yang detail dan menyeluruh. Hal ini membantu calon pembeli dalam memvisualisasikan proyek anda dari segala sisi, sehingga otomatis mempercepat mereka dalam mengambil keputusan.
  • Bisa dinikmati di hampir semua jenis smartphone atau tablet yang beredar di publik, sehingga mudah untuk disebarkan dan dimiliki baik bagi calon pembeli maupun tim sales anda
  • Memiliki atraktifitas yang tinggi. Efek filter pada aplikasi Instagram dan Snapchat merupkan contoh teknologi Augmented Reality. Melihat banyaknya kaum millennial yang senang menggunakan fitur tersebut, membuat AR layak untuk dipertimbangkan.
  • Menambah value pada media cetak. Teknologi ini bisa mengubah media cetak menjadi media interaktif. Contoh: mengarahkan kamera smartphone pada gambar denah / floorplan pada brosur sehingga memunculkan maket digital.

​Kekurangan :
  • Seperti pertama kali memainkan game, membutuhkan sedikit latihan bagi orang yang belum pernah menggunakan teknologi ini.

6. Aplikasi Mobile

Mengingat banyaknya pengguna smartphone dan tablet di Indonesia, tentu membuat media ini turut menjadi sasaran bagi developer properti. Media ini mampu mengahadirkan bermacam fungsi yang dapat membantu proses pemasaran. Dalam dunia properti, ada beberapa jenis aplikasi berdasar kebutuhan fungsinya :
  1. Aplikasi marketplace platform, digunakan untuk mempermudah calon pembeli menemukan properti secara online (banyak developer dalam 1 aplikasi) .
  2. Aplikasi sales control, digunakan untuk mengontrol data penjualan dan kinerja tim sales secara internal (aplikasi internal yang dikembangkan pengembang proyek).
  3. Aplikasi interactive bersifat multifungsi. Bagi tim sales, berfungsi sebagai alat untuk memancing minat calon pembeli serta mengintegrasi semua media promosi yang beredar. Bagi calon pembeli, menjadi alat interaktif untuk mengeksplorasi spesifikasi properti yang ditawarkan .  Contoh aplikasi mobile proyek perumahan di Bali yang memiliki fitur interaktif.

Kelebihan :
  • Mudah ditemukan oleh khalayak umum, biasanya tersebar di Google Playstore atau Apple Appstore, tergantung strategi penyebaran developer.
  • Menyajikan fungsi mobilitas yang tinggi karena bisa diakses dan digunakan kapanpun dan dimanapun. Media ini bisa mengakses semua data yang dibutuhkan tim sales di lapangan secara online, seperti masterstock, price list, atau spesifikasi produk.
  • Selain mengakses semua media online, Aplikasi Mobile juga mampu menampilkan semua jenis media, mulai dari text, gambar, video, hingga 3D interaktif. Perkembangan teknologi mobile dari segi hardware dan software, membuat media ini patut ditumpangi untuk mengembangkan strategi pemasaran properti.
  • Perkembangan masif teknologi Visual dan Grafis ikut berfokus pada media ini, dapat diamati dari kualitas grafis game mobile yang semakin detail. Perkembangan teknologi ini bisa dimanfaatkan untuk menghadirkan visualisasi properti yang interaktif kepada calon pembeli.

Kekurangan :
  • Pembuatan aplikasi mobile membutuhkan perencanaan konsep dan fungsi yang matang sebelum mulai diproduksi. Di sinilah developer properti sering salah, mereka tidak berorientasi pada fungsi sehingga menghasilkan aplikasi yang user experience nya tidak berbeda dengan website. Akibatnya, aplikasi tersebut tidak digunakan secara optimal, yang berujung pada pemborosan budget marketing.
    -Baca
    5 fitur yang perlu dimiliki dalam aplikasi properti anda-
  • Memiliki tantangan sendiri agar pengguna mau mendownload dan menggunakan aplikasi anda. Dalam konteks pemasaran, tentu lebih mudah mengajak tim sales untuk mendownload ketimbang calon pembeli , karena tim sales lah yang memiliki kebutuhan untuk menjual produk properti secepat mungkin (mengejar target / komisi). Mereka akan menggunakan aplikasi anda apabila secara fungsi bisa membantu mereka menarik calon pembeli dan menjual unit dengan cepat.


Setiap alat memiliki peran sendiri dalam proses marketing dan sales. Mengkombinasikan media-media tersebut dengan strategi penggunaan yang tepat, dapat memberikan hasil yang maksimal dalam mempercepat penjualan produk properti anda.
Bagaimana menurut anda? Ceritakan di kolom komentar bagaimana pengalaman anda dalam menggunakan alat-alat promosi tersebut . Cheers.
]]>
<![CDATA[March 16th, 2020]]>Tue, 17 Mar 2020 02:42:26 GMThttps://cassanadigital.com/journal/5-alasan-mengapa-developer-properti-perlu-menyajikan-customer-experience-menggunakan-aplikasi-3d-interaktif5 ALASAN MENGAPA DEVELOPER PROPERTI PERLU MENYAJIKAN CUSTOMER EXPERIENCE MENGGUNAKAN APLIKASI 3D INTERAKTIF
3D Interactive adalah teknologi visualisasi digital yang memperbolehkan Anda untuk berinteraksi dengan obyek 3 dimensi melalui layar elektronik, bisa komputer maupun perangkat mobile. Teknologi ini berbeda dengan video animasi, maupun gambar hasil render 3 dimensi yang biasa ditemukan di brosur. Gambar dan video merupakan media pasif, mereka tidak melibatkan input apapun dari penggunanya, sebaliknya, 3D Interactive melibatkan interaksi dan kontrol dari penggunanya.

Namun, mengapa teknologi 3D Interactive merupakan media yang tepat untuk menghantarkan Customer Experience, berikut alasannya :

1. Jangkauan Pasar yang Luas

Produksi perangkat mobile sudah mencapai tingkat masif di dunia. Target market Anda tentu sudah terbiasa menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-harinya. Menarik minat calon pembeli tentu akan lebih mudah dan cepat bila melalui aplikasi mobile, karena semua orang (baik calon pembeli maupun salesperson Anda) bisa mendownload nya kapanpun dan dimanapun.

2. Representasi Produk yang Lebih Jelas

Aplikasi 3D Interaktif akan memberikan gambaran hasil akhir yang lebih jelas kepada calon pembeli, karena mereka dapat melihat setiap sisi dari produk properti yang ditawarkan. Ketika calon pembeli kesulitan membayangkan hasil akhir produk Anda, tentu proses penjualan akan menjadi lebih lama. Hal ini bisa mencegah tim sales dalam melakukan pre-selling proyek-proyek baru Anda. Teknologi ini bisa membuat produk Anda terlihat lebih real, faktor inilah yang justru penting dalam proses pre-selling properti yang sudah maupun belum dibangun.

3. Inovasi Tak Terbatas

Seiring dengan perkembangan teknologi pada perangakat mobile, semakin banyak muncul fitur yang dapat membawa pengalaman-pengalaman baru untuk dinikmati banyak orang. Sebagai contoh, yang sedang tren seperti teknologi Augmented Reality dan Virtual Reality yang sekarang sudah dapat dinikmati melalui aplikasi-aplikasi di smartphone dan tablet. Kedua teknologi itu bisa mempresentasikan produk properti anda dengan cara yang atraktif dan “out of the box”.
Bahkan sekarang, teknologi interaktif sudah memungkinkan anda untuk mengatur tata letak furnitur di tipe unit anda secara digital, untuk disesuaikan dengan selera calon pembeli anda. Dengan memanfaatkan inovasi pada contoh di atas, tentu akan banyak meningkatkan presentase suksesnya penjualan.

4. "Frictionless Customer Experience"

Dalam istilah marketing , frictionless experience artinya tidak memerlukan usaha ekstra untuk merasakan pegalaman tertentu . Aplikasi interaktif memperbolehkan calon pembeli anda untuk merasakan pengalaman berinteraksi dengan properti anda secara virtual melalui smartphone mereka. Mereka tidak perlu repot-repot membuka komputer dan mempelajari software tertentu untuk menampilkan file 3D properti Anda . Salesperson dapat dengan mudah memperkenalkan produk properti, tanpa perlu calon pembeli Anda untuk datang ke lokasi proyek.
Selain itu, akan lebih mudah mengarahkan mereka untuk membuka website atau sosmed marketing anda melalui 1 tombol pada aplikasi, daripada meminta mereka untuk mengingat dan mencari alamat website secara manual pada web browser. Aplikasi interaktif dapat menuntun calon pembeli anda melalui Sales Funnel secara lengkap mulai dari awareness sampai tahap action. (-Terkait- Contoh Penggunaan Teknologi 3D Interaktif oleh Proyek Apartemen di Serpong ).

5. Strategi dan Materi Marketing yang Terus Berkembang

Keuntungan terbesar dalam memanfaatkan media interaktif adalah Anda dapat mempelajari, mengatur, dan mengembangkan strategi Anda berdasarkan proses interaksi yang dialamai calon pembeli terhadap marketing campaign yang sedang anda jalankan. Dengan menggunakan feedback atau input dari calon pembeli saat berinteraksi dengan media interaktif, anda dapat menggali banyak insight mengenai apa yang sebenarnya bisa mendorong mereka untuk mau membeli properti Anda. Informasi berharga ini akan membantu anda untuk terus menciptakan materi pemasaran yang lebih efektif dan relevan.


Menginvestasikan budget marketing untuk membuat aplikasi 3D Interactive yang berkualitas, secara tidak langsung, dapat membantu Anda meningkatan profit dan ROI (Return On Investment) melalui Customer Engagement. Di tengah "ribut" nya iklan pasar, tentu dibutuhkan sebuah terobosan baru yang selain dapat mempercepat proses pemasaran, juga bisa mencuri perhatian target market Anda. Dalam hal ini, aplikasi 3D Interactive memiliki kriteria yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut.
Beberapa developer properti di Indonesia sudah mulai memanfaatkan teknologi ini untuk menyajikan Customer Experience yang berbeda.
Bagaimana menurut Anda ? Comment di bawah, Like dan Share artikel ini bila Anda menyukainya. Cheers.
]]>
<![CDATA[February 24th, 2020]]>Tue, 25 Feb 2020 01:08:42 GMThttps://cassanadigital.com/journal/5-creative-mobile-app-features-for-real-estate-marcomm-strategy5 CREATIVE MOBILE APP FEATURES
​FOR REAL ESTATE MARCOMM STRATEGY
With the advance of technology, many digital media such as websites, social media, radio advertisements, videos are commonly used in real estate marketing communications. Based on Indonesian media trends, a mobile app is also considered an important tool that give a modern & “up to date” image to a company. Many real estate companies start making mobile applications to communicate their products. Unfortunately, many of them decide to make an app without giving a deep thought about its main function. As a result, an unattractive app with minimum functionality. Even some of them have no difference compared to web browsing experience. It became an ineffective use of marketing budget.
Other than a good user interface, it's important for an app to have a unique user experience that differentiates from other digital media.
Here are some mobile app features that can change your marketing communication process from merely "communicating" to "interacting". These features will help your sales team engage your potential buyer with an interactive digital experience :

1. Interactive Digital Miniature

Unlike 3D rendered still images and animated videos, this feature presents the exterior and interior of your project in a form of interactive 3D. The strongest point of this feature is its interactive experience. It allows users to interact with your building and show-unit as if carrying a miniature of your project on their mobile device. It saves you a lot of time presenting your project. You don't need to wait for your physical show unit finished to present a full view of your real estate product. You don't need to wait for your physical show unit finished to present a full view of your real estate product. It takes less effort to bring your project to people instead of bringing people to your project.
Someday, this feature could change how the real estate industry works. Imagine if you no longer need to make a physical miniature for each real estate project, instead, you can store the digital version of them online, which is less risk, less budget consuming, easier sharing option, the future of this feature is expanding. But most of all, an Interactive process of communication will let the information stick longer in your market target's memory. Find out how you can benefit from this interactive feature.

2. Virtual Tour

This feature is quite common these days, a lot of property developers use this feature. It allows you to present your project using 360-degree images (could be a photo or 3D rendered image). It gives the effect of standing inside the room or location of your project. Users can simply tilt and turn their device to see every corner of the room. 
This feature can be enjoyed with or without a Virtual Reality (VR) headset. Although some people claimed to feel dizzy when using them (especially elders), it is proven to be able to bring immersive experiences for its users.

​3. Call to Action

This term is quite common in digital marketing. In case users want to ask a question or book their desired unit, this feature will allow them to directly contact your sales admin through WhatsApp message, Email, or Phone call with a single tap on their screen.

​4. Cross Media Access

This feature is simple but very useful. It bridges your app to access all of your online promotional media such as Instagram, website, YouTube video, even your project's location in google map. Instead of opening a web browser and searching your website address manually, users can access it with a single touch in the app (same ideas with your other promotional media). It will help users to easily explore and share your real estate's information across other digital media.

5. Slideshow Banner

​This image slider feature is quite common in marketplace or fintech app (Tokopedia, OVO, etc.). This feature allows you to put the latest information about your project such as promos, news, or events to keep your customer or sales team up to date.
Those features (combined) will boost your app into a multi-functional tool. Not only presents your product virtually with an immersive experience to your potential buyer, but it also acts as a marketing tool for your sales team to sell your real estate at any place and time. Cassana Futurework Indonesia helps many property developers create an interactive app to strengthen their sales teams in engaging their prospective buyers.

BONUS:
- ​Advanced Feature -

An extended version of features no.1, 2 and 3. You can walk through the show unit, facilities, or your project location virtually. It's like playing a first-person game. Users can also view all floor plan in your project, availability status of all unit stocks, even book any available units directly from the app. Basically, you can bring any forms of interactive visual experience in a mobile app, the sky is the limit. This kind of feature is quite pricey for some real estate developers. If it still within your budget, then you should consider using this feature, because it will surely deliver a strong and memorable experience to your potential buyers.

-Related article- Real Estate Project in Indonesia that using interactive features in their mobile app

What do you think? Leave your comment below. Press the "Like" button if you like my post.
​Cheers.
]]>
<![CDATA[February 19th, 2020]]>Thu, 20 Feb 2020 03:43:39 GMThttps://cassanadigital.com/journal/5-real-estate-projects-in-indonesia-their-innovative-marketing-technology5 REAL ESTATE PROJECTS IN INDONESIA
​​& THEIR INNOVATIVE MARKETING TECHNOLOGY
It is undeniable that the property business in Indonesia has been difficult in recent years. With the advent of the digital era, property developers are forced to be creative in presenting their products to potential buyers, especially millennials, who are highly acute and adept in using technology. Here are some real estate projects in Indonesia that have succeeded in improving their marketing communication processes by using interactive media:

1. The Trans Icon

A superblock project in south Surabaya city. They present their masterplan with virtual tour technology. You can explore their top facilities in bird-eye view, even see their masterplan both in the afternoon and night view. They give you a “game-like” experience. Everybody loves playing games, right?
Or would you like to experience their virtual sky pool ?
Experience it on Google Playstore

2. Grand Sungkono Lagoon

This superblock project in Surabaya brought their virtual show unit experience to another level. With their mobile app, potential buyers can create their own furniture layout with the “Home Simulator” feature. This smart feature helps their customer to actually plan their home before they buy the unit.
Experience it on Google Playstore or Apple Appstore
Developed by Cassana Futurework

3. Vasaka Bali

A landed house project in Denpasar, Bali. They present their product with Interactive 3D Floor Plan, projected onto a large touch screen monitor in Property Exhibition. You can explore both the exterior and interior of the virtual house unit. They managed to attract passing-by visitors to interact and explore their projects. Remember! Experience leads to impression, then a deeper exploration.
Check out this demo, see how easy to use this technology for your marketing strategy
Experience it on Google Playstore

4. Vasaka Nines

A highrise residence project in Serpong, Tangerang City. They use all-in-one mobile application where users can view their 3D show unit and access all of their promotional social media (Instagram, website, marketing WhatsApp number). You can even view their virtual show unit 360 degree with or without a VR headset. All marketing features on 1 single app, installed on sales person’s mobile device so that they can sell their project anywhere and anytime.
Experience it on Google Playstore & Apple Appstore

5. Westown View

Ever heard of AR? This high rise apartment project in west Surabaya, present their product with Augmented Reality technology (AR). It blurs the line between reality and technology thereby creating a seamless experience for the viewer. In real estate, AR lets potential buyers tour a property via their smartphones regardless of their location. This graphic technology allows you to bring their 3D Masterplan to your hand by scanning their booklet. You can still experience their 3D floorplan without their booklet though. You can switch between AR or normal 3D view, to your preference. That is actually a small detail, but give a lot of flexibility for their salesperson whenever they want to impress their potential buyer with AR feature.
Experience it on Google Playstore
-Related - How Interactive Technology will Improve your Real Estate Marketing.

Casssana Futurework helps many real estate business create their interactive digital media to power up their marketing communication strategy. You can contact us for further discussion.

What do you think? Leave your comment below.

Cheers.
]]>
<![CDATA[February 18th, 2020]]>Tue, 18 Feb 2020 13:29:22 GMThttps://cassanadigital.com/journal/how-interactive-technology-improve-real-estate-business-marketingHOW INTERACTIVE TECHNOLOGY
GREATLY ​IMPROVE REAL ESTATE MARKETING
The interactive 3D Show Unit is one of the fastest ways to digitalize your real estate project. Real estate developers start using this strategy not only to smooth their marketing communication process but also to expand their reach to the millennials market segment. But how can this technology help improve marketing activity?
 

1. Mobile 3D Show Unit reduce lead times by at least 50%
The sales team spends a huge proportion of their time on the road or on location walking potential clients through your show unit. This used to be the usual step in introducing real estate products. But standards are changing. Sales teams are now cutting lead times in half by introducing 3D show unit.
Your potential buyers now expect to get the majority of their information online / mobile. So give it to them. Give them the opportunity to experience the space and walk around the high-quality virtual floor plan at a time and place that suits them.
More importantly, a 3D show unit can provide a virtual tour without any valuable time taken from your sales team. What you are left with are potential clients that are further along the sales journey and already have a strong interest in the property. These clients are more worthy of your team’s time.


2. Customized 3D floor plans make stronger pitches
The beauty of digital properties is that, unlike the real world, renovation and decoration take seconds, not months. With this kind of flexibility, you can afford to custom your 3D floor plans to fit your client's needs and make a stronger impression.
Every little piece of personalization will help the potential buyer visualize living or working in that space and makes it easier for your team to close deals.


3. Interactive Media helps you get attention and avoid rejection 
Has your salesperson ever been rejected when they try to share leaflets at the Mall or Exhibition? If yes, then you might need to think of a different approach, something unusual and visually interesting. So many marketers forget that visual attention is essential at turning visitors into customers.

With an interactive 3D experience, you can attract people to explore your product (or at least, catch their attention). Experience leads to impression, then a deeper exploration. If your clients can easily see the potential of a property, they will recognize its value faster and this will make the sales process smoother for your sales team.


-Related- Real estate projects in Indonesia that have succeeded in improving their marketing communication with interactive technology.


Casssana Futurework helps many real estate business create their interactive digital media to power up their marketing communication strategy. You can contact us for further discussion.

What do you think? Leave your comment below. Cheers


]]>